Berikut adalah pelajaran dan pengalaman yang saya dapatkan dari kelas Creativity and Innovation selama satu semester:

 

SERU

Kata tersebut adalah kata yang paling dapat menggambarkan kesan saya selama mengikuti kelas CI. Kami disuguhi berbagai inovasi dan kreasi yang berbentuk video, slide, dan games interaktif yang dikemas secara menarik sehingga mudah dimengerti.

 

SEMANGAT BERINOVASI

Paman Apiq yang berprofesi sebagai entrepreneur di bidang matematika dna anak-anak sangat meginspirasi kami untuk menjadi seorang entrepreneur yang inovatif. Berbagai temuannya dalam duania matematika mengajarkan kami bahwa inovasi adalah hal yang paling penting bila ingin dapat eksis di dunia yang selalu berubah ini.

 

BERPIKIR DI LUAR BATAS

Berbagai game interaktif yang Paman Apiq dan Kak Bayu buat untuk kami selalu didesain agar kami menggunakan otak kami untuk berpikir out of the box dan tidak terpaku pada batasan. Hal ini saya lihat sebagai pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar dapat berpikir lebih kreatif.

 

PENGETAHUAN LUAS DAN TERBUKA

Kuliah CI memberikan saya banyak pengetahuan baru yang menambah sudut pandang saya dalam melihat sesuatu. Selain itu, semangat untuk menambah pengetahuan pun bertambah seiring saya mengikuti kuliah CI.

 

KESABARAN

Kesabaran Paman Apiq dan Kak Bayu dalam mengajar mengajarkan saya bahwa menjadi sabar tidaklah mudah dan harus dimiliki oleh setiap orang.

 

Advertisements

The Life Tracker

The life tracker adalah suatu aplikasi yang akan membuat hidup seseorang lebih teratur. Aplikasi ini berfungsi utama sebagai pencatat dan pengingat jadwal, penyimpan data, pengatur pola makan, bahkan juga pencari informasi dan pemberi saran yang handal. The life tracker adalah aplikasi yang berbasis online dengan menggunakan account, sehingga penggunanya dapat mengakses “asisten pribadi”nya ini dengan device yang berbeda-beda.

Ide ini datang dari pengamatan saya terhadap banyaknya para eksekutif yang meskipun masih berumur muda, namun sangat sibuk, sehingga asisten pribadi dibutuhkan.Namun  demikian, itupun masih terlalu dini untuk memperkerjakan asisten mengingat biaya yang cukup mahal dan keterbatasan ruang.

Objektif

Aplikasi  ini diciptakan dengan tujuan untuk member kemudahan bagi para eksekutif-eksekutif yang sangat sibuk, namun belum merasa harus untuk memperkerjakan asisten pribadi sungguhan. Sehingga, dibutuhkan alternatif yang efisien, mudah dan murah untuk mengatasinya. Disini, the life tracker hadir untuk membuat hidup menjadi lebih teratur dan lancar.

Penjelasan Produk

The life tracker mempunyai system berbayar berdasarkan paket-paket yang disediakan, yaitu sebagai berikut:

1. Silver life tracker (Rp. 10.000,-/bulan)

Paket ini adalah jenis paket yang paling standar, meliputi fitur-fitur:

–          Pencatat dan pengingat jadwal (dalam bentuk suara  dan visualisasi asisten)

–          Penyimpanan file

–          Pembuat rencana

–          Pencari lokasi

–          Pengatur email

–          Penyimpanan kontak

2. Gold life tracker (Rp. 25.000,-/bulan)

Paket ini telah mencakup semua fitur yang ada di paket silver, dengan tambahan fitur-fitur lain:

–          Pengatur pola makan dan gizi

–          Perencanaan liburan

–          Perencanaan keuangan

 3. Platinum life tracker (Rp. 50.000,-/ bulan)

Paket ini adalah paket yang sangat special, karena paket ini menyediakan fitur yang dapat memenuhi kebutuhan emosional klien. Sehingga, diharapkan keseimbangan hidup pun dapat tercipta. Paket ini mencakup semua fitur di paket silver, gold, dan fitur-fitur lainnya:

–          Pengontrol emosi

–          Pereda emosi

–          Layanan entertainment (online movies, games, music)

–          Pemberi saran

–          Pemberi informasi ( masalah kesehatan, otomotif, elektronik, resep masakan, dll)

Business Model

Business Model- Click to make it larger


The life tracker adalah aplikasi berbayar setiap bulan yang pembayarannya dilakukan melalui kartu kredit klien. Klien tinggal memilih jangka waktu berlangganan dan biaya pun akan langsung dipotong sesuai paket yang dipilih dan jangka waktu yang diperlukan. Aplikasi ini dapat diakses semua device yang dapat terhubung ke internet seperti notebook, blackberry, handphone, PC, PDA, dan juga tablet.

Singkat kata, The Life Tracker adalah sebuah aplikasi yang dapat menyediakan hampir seluruh hal yang dibutuhkan dalam hidup.

Ini adalah business model yang kami buat untuk Google Goggles, yaitu fitur pencarian informasi menggunakan gambar atau foto yang dibuat oleh Google.

 


Website yang kami rancang ini dikhususkan untuk para manula yang ingin tetap beraktivitas dan bersosialisasi  sambil menjaga kesehatan dan pengaturan finansial mereka.

Dahulu kala, ada ratu yang suka sama Muhammad, hobinya nongrong di gua sama sohibnya, Isac Newton. Kadang-kadang pas nongkrong mereka ketemu Jesus yang suka semedi mensucikan jiwa raga. Ternyata tempat gua itu punya orang tajir bernama Budha yang sebelumnya diserah terima sama conficius. Di sebeang itu ada tempat senam, yang sering didatengin ST paul kalo bajunya lagi kekecilan alias lagi gemuk. Pas berangkat ke tempat senam, dia suka balapan sama Gutenberg sambil makan cemilan buatan Columbus. Kadang- kadang Einstein suka ikutan balapan, tapi karna usah sesepuh jadi gak kuat lagi. Nah hal itu bikin sobatnya Einstein, Pasteur jadi sebel karna gak ada temen buat ngedobel lagi. Untung aja ada Galileo galilei yang suka nemenin makan timbel dan suka cerita fabel. Di seberang jalan, ada toko mebel punya Eulid sama Moses, langganannya si Charles yang punya tempat nambal ban. Itu tambal ban bejubel banget sampe Si huang ti ngasih tempat itu papan label di bulan agustus. Disebeang tambal ban itu ada toko sambel punyanya Copernicus yang dibantuin jualan sama istrinya, Antoine, yang suka jadi juru masak di dapur.

Budi Rahardjo

Dalam kuliah yang disampaikan oleh Bapak Budi Rahardjo pada Selasa, 25 Oktober 2011 kemarin, saya mendapat banyak pelajaran tentang dunia IT dan sekitarnya. Berikut adalah sekilas hal-hal yang saya pelajari dari Pak Budi Rahardjo.

Pak Budi mengalami 3 tahapan atau tingkatan yang menurutnya sangat berpengaruh dalam hidupnya:

  1. Globalisasi 1.0: berdasarkan tempat tinggal
  2. Globalisasi 2.0: berdasarkan tempat kerja
  3. Globalisasi 3.0: berdasarkan diri sendiri

Maksud dari ketiga tahapan tersebut adalah tahapan-tahapan orientasi yang dialami Bapak Budi Rahardjo. Misalnya, pada globalisasi  3.0, diri sendiri adalah hal yang paling penting dalam aktualisasi hidup seorang manusia, karena yang mempengaruhi hidup seorang manusia adalah diri merekas sendiri, bukan kota tempat tinggal ataupun dimana mereka kerja.

Pak budi mempunya web-nya sendiri, yang beralamat di:

Web:  www.budi.insan.co.id

Blog: www.gbt.blogspot.com dan www.rahard.wordpress.com

Hal lainnya yang penting untuk mencapat aktualisasi diri adalah kepedualian terhadap diri sendiri. Mengapa? Ketika kita peduli dengan diri sendiri, maka kita akan terus berkreasi dan menciptakan hal-hal yang akan meningkatkan value diri kita. Secara langsung, maka diri kita akan terpacu untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Tak sedikit orang yang mengalami kegagalan ketika merintis usaha mereka. Namun, janganlah jadikan kegagalan itu sebagai faktu kemunduran diri kita. Kegagalan bukanlah sesuatu yang memalukan! Kegagalan justru dapat dijadikan bukti pengalaman dan pelajaran yang kita dapatkan. Dan kedua hal tersebut akan sangat menentukan kesuksesan seseorang.

Dalam berbisnis, kita harus melihat sisi yang menyenangkan dalam bisnis yang kita akan jalani. Misalnya, Pak Budi adalah seorang pecinta music. Pak Budi pun mendirikan bisnis music digital yang dipasarkan di bioskop-bioskop Blitz Megaplex. Hal ini beliau jalani dengan passion dan niat walaupun hasilnya tidak terlalu memuaskan, namun yang beliau cari adalah “kesenangan” dan “ketulusan” dari kegiatannya. Dari perasaan tulus itulah, kebahagiaan yang sesungguhnya dapat tercapai.

Mahasiswa, kreatifitas, dan inovasi. Dari yang artiket-artikel maupun berita yang saya baca selama ini, sebagian besar memuat dua tema: kreativitas mahasiswa dan aksi kritis mahasiswa. Dari pengamatan saya dan apa yang juga saya rasakan, masa menjadi mahasiswa adalah masa dimana otak manusia bekerja sangat maksimal menghasilkan ide-ide dan pemikiran baru, baik itu negative maupun positif.

Ide adalah hal yang sangat berharga. Dunia ini tidak akan bisa semaju sekarang tanpa ide-ide kreatif  dari manusia-manusia yang menghuninya, sehingga sangat disayangkan jika ide kreatif, sekecil apapun itu hanya terlupa atau tidak dikembangkan emnjadi inovasi dan realisasi.

Aleinikov, seorang pakar kelas dunia di bidang kreativitas yang telah menulis sekitar 100 buku dan artikel mengenai kreativitas dan inovasi menangkat sedikit mengenai novology. Novology membedakan  ada lima tingkatan universal dalam proses menciptakan hal baru. Lima tingkatan tersebut berlaku di alam semesta, hidup, sejarah, bidang pendidikan, dan lainnya. Kelima tingkatan tersebut adalah:

Dr. Andrei Aleinikov

  • Existential: Segala sesuatu ada yang mengawali terlebih dahulu, kemudian hal-hallain pun turut hadir mengikuti
  • Communicational: Ketika sesuatu telah tercpta, hal tersebut akan berhubungan atau berkomunikasi dengan proses lainnya.
  • Instrumental: Hubungan yang bersifat instrumental akan membawa kita menciptakan alat-alat atau alat-alat bantu.
  • Orientational: Alat-alat atau alat-alat bantu tersebut harus diarahkan kegunaannya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna (untuk lingkungan, masyarakat, sosial).
  • Innovational: Segala sesuatu yang diciptakan untuk masyarakat adalah inovasi yang memberikan objek baru, fitur baru, produk baru.

Sekarang kita telah melihat jelas bahwa kreatifitas dan inovasi tidak selalu harus menciptakan sesuatu dari nol, suatu modifikasi dan penambahan fitur pada ide yang telah ada pun telah masuk dalam kategori kreativitas,yang tentunya harus dapat diimpelemtasikan secara nyata dan bermanfaat. Lagi-lagi, mahasiswa adalah pelaku yang sangat dan harus potensial untuk memproduksinya. Disini, kita telah melihat sebuah peluang, bahwa usia mahasiswa sangat duibutuhkan oleh dunia dan masa depan untuk dapat berkreatifitas.

Bila kita rajin mencari informasi dan rajin membaca media komunikasi, berbagai macam opportunity terbuka lebar untuk mahasiswa agar dapat merealisasikan kreativitas dan inovasi mereka. Sebagai contoh: berbagai perlombaan ide bisnis semisal Loreal, perlombaan karya ilmiah dari kampus dan perusahaan ilmiah, kesempatan magang di majalah, dan masih banyak yang lainnya. Para penyedia peluang-peluang tersebut adalah pemerintah, kampus, perusahaan-perusahaan baik negeri amupun swasta, media komunikasi, maupun seorang investor. Mahasiswa bukan lagi anak kecil yang harus disuapi informasi bukan? Maka, mahasiswa-lah yang harus menemukan opportunity-nya sendiri. Proses pencarian tersebut juga dapat menjadikan seseorang mahasiswa dapat lebih mengerti dan menghargai kesabaran dan seni dari suatu proses.

Namun, setiap usaha pasti ada hambatan atau aral yang melintang. Terdengar klise memang. Tetapi, bila kita telaah dari pengalaman-pengalaman terdahulu para kreator, mereka pasti pernag mengalami hambatan dalam proses kreativitas mereka. Hal-hal tersebut dapat berasal dari dalam diri mereka sendiri (internal), maupun factor eksternal.

Faktor-faktor internal yang saya maksud adalah:

2. Kondisi emosional mahasiswa

Usia mahasiswa bisa dibilang usia “remaja hampir dewasa”, dimana kondisi emosional manusia belum dapat diartikan dalam kondisi yang akan selalu stabil dikarenakan belum banyak pengalaman yang dialami. Mahasiswa dapat saja menjadi pemalas tiba-tiba dan tidak lagi bersemangat melanjutkan ide kreatifnya.

2. Kondisi fisik

Mahasiswa, dengan semua tugas dari para dosen yang menumpuk yang mengakibatkan kurangnya istirahat, seringkali mengalami gangguan kondisi kesehatan yang sangat akan menghambat segala aktivitas dan ide kreatifnya.

Sedangkan, factor-faktor eksternal yang saya maksud adalah

1. Keluarga

Tak sedikit keluarga, yang masih berpandangan konservatif dan cenderung “ingin aman” justru menghambat anak-anaknya dalam proses kreativitas mereka. Selain itu, keretakan keluarga pun akan sangat mempengaruhi penggunaan waktu mahasiswa untuk suatu hal yang berguna. Mereka dapat menghabiskan waktu mereka untuk merusak diri mereka dan melakukan kegiatan yang merugikan bagi orang lain, dikarenakan kurangnya kasih sayang dan kepedulian dari keluarga.

2. Teman

Teman adalah hal yang paling berpengaruh dalam hidup suatu mahasiswa. Bagaimana tidak? Waktu mereka yang sebagian besar dihabiskan berkuliah di kampus dan melakukan kegiatan social, tentunya selalu melibatkan teman. Teman yang tidak mendukung dan malas untuk berkreasi berpotensi besar mempengaruhi teman lainnya untuk melakukan hal yang sama.

3. Kampus

Kampus adalah institusi yang bertanggung jawab dan wajib memberikan sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri. Namun, apda kenyataannya tidak sedikit kmpus yang kurang mneyediakan sarana bag majasiswanya untuk berkreasi. Tentunya tak lain dan tak bukan dikarenakan faktor uang dan kurangnya kesadaran akan pentingnya berinovasi bagi para dosen dan pengurus kampus.

4. Pemerintah

Sama seperti kampus, kurangnya kesadaran akan pentingnya berinovasi bagi para pemerintah dan sikap mendahulukan kepentingan diri sendiri, akan sangat menghambat proses kreativitas mahasiswa.

5. Penyalahgunaan Teknologi

Sebenarnya, teknologi tentunya diciptakan oleh para ilmuwan untuk menunjang proses inovasi lanjutan oleh para penggunanya, namun tak jarang teknologi disalahgunakan untuk hal-hal yang bersifat menyenangkan sementara dan membuang-buang waktu, bahkan kejahatan.

Ternyata setelah kita lihat lebih dalam, hambatan-hambatan dalam berinovasi sangatlah banyak, dan itupun masih banyak lagi yang lainnya. Bagaimana kita dalam menghadapinya? Saya hanya memikirkan tiga cara: NIAT dan MULAI LAKUKAN.

Dengan niat, kita akan sepenuh hati dalam melakukan sesuatu. Dengan memulai melakukannya, maka fase paling berat telah terlewati dan kita tinggal melanjutkannya dengan niat yang masih dipertahankan.

Semoga saya dan kita semua dapat mengukir niat lebih dalam dan mulai untuk melakukan ide-ide kreatif dan inovatif, biarpun dari hal yang sederhana namun penting seperti yang saya lakukan sekarang; mengkreasikan tulisan sederhana ini sebagai UTS mata kuliah “Creativity and Innovation”.

DOMPET ELEKTRONIK!

Saya telah memikirkan produk ini sejak di bangku SMP kelas 3. Hobi berkhayal saya selalu mengantarkan saya untuk membayangkan produk-produk yang sepertinya akan sangat dibutuhkan di masa depan. Berawal dari kekesalan saya kehilangan dompet, saya berkhayal bila uang tidak lagi dijadikan sebuah fisik, melainkan digit dalam system.  Sejujurnya, saya sangat bersemangat untuk menceritakan produk ini.

Jadi begini khayalan saya:

  1. Setiap orang di dunia, tidak terkecuali anak kecil; akan diberikan sebuah alat elektronik yang merupakan sebuah alat untuk menyimpan seluruh “kekayaan” mereka.
  2.  Uang fisik yang mereka punya akan dimusnahkan dan ditransfer menjadi digit digital, berapapun besar kecilnya, tidak ada limit.
  3.  Untuk bertransaksi, mereka hanya perlu untuk mengkoneksikan dompet elektronik mereka (bisa dilakukan dengan saling bertukar passcode), mengisi jumlah transaksi, dan si pentransfer tinggal confirm dengan klik ‘ok’
  4. Alat ini dilengkapi dengan system sidik jari atau system keamanan yang paling aman untuk melindungi dari tindak kejahatan.
  5.  Bilapun tetap terjadi tindak kejahatan, pemilik dompet elektronik tinggal melaporkan kejahatan tersebut dan akan diproses pengembalian digitnya, dan si pencuri digitpun dapat diringkus dengan segera berkat adanya system GPS dan data yang terekam untuksetiap transaksi.
  6.  Bentuknya yang praktis, saya membayangkan alat ini hanya seukuran ipod yang berbentuk persegi dengan tochscreen sidik jariuntuk memudahkan.

Contoh bentuk iPod Nano

Imajinasi saya ini mungkin sangat absurd dan jikalau dapat diciptakan, itupun memerlukan waktu puluhan tahun lagi. Dan saya akan terus berimajinasi, sampai salah satu imajinasi saya benar-benar terwujud..

Dalam pandangan saya, tadak ada batasan bahwa seseorang itu kreatif atau tidak kreatif. Saya yakin, setiap orang pasti pernah menghasilkan sesuatu yang merupakan ide dari diri sendiri, dalam situasi apapun, walaupun mungkin frekuensi kita dalam melakukannya berbeda-beda. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila kita menghargai setiap kreasi yang dibuat oleh manusia; dengan menyebut manusia adalah mahluk yang kreatif. Kreativitas sangat penting bagi setiap manusia. Untuk bertahan hidup.

Di zaman yang sangat kompetitif ini, untuk meraik sukses, kita butuh kemampuan agar dapat menghasilkan sesuatu yang “lebih” dan kompetitif dari hasil kreasi-kreasi manusia lainnya. Jika kita ingin sukses, maka kita harus sedikit lebih berusaha dibanding yang lainnya. Dalam hal ini, jika ingin suksesm maka kita harus lebih sering berkreasi dibanding yang lainnya. Menurut saya, kemampuan kreativitas lebih dapat diasah melalui latihan dan praktik. Bisa karena biasa. Pasti kita pernah mendengar ungkapan tersebut bukan? Suatu ungkapan yang klise, namun jujur dan motivatif.

 

Perusahaan kreatif pilihan saya:

 

 

Mungkin belum banyak yang mendengar tentang perusahaan asal Indonesia ini. Perusahaan ini meliputi event organizer, catering, restoran, dan masih banyak lagi. Mereka menghadirkan konsep baru yang membidik pasal middle-high &urban society yaitu “urban catering” dengan citarasa masakan yang berkualitas.

 

Tokoh kreatif pilihan saya:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tak lain dan tak bukan adalah Tim Burton 🙂

 

Last Saturday, I attended the Creativepreneur Session in Comlabs ITB that invited Ridwan Kamil, one of the leading architects in Indonesia who is also a lecturer in ITB. Here is the lesson I got from the session.

taken from bandungasyik.blogspot.com; photo by architecturaldigest.com

Let’s get started!

This is the era of small innovative enterprises emerging. We have to compete with the tides if we want to be the winner. Who will be the winner? The CREATIVE one.

What does CREATIVE person means?

1. The Risk Taker

They brave to take the risk as the responsibility of what they have done in calculated way.

2. The Visionary

They set achievable goal to encourage their spirit.

3. Strong Leadership

Not a ‘crybaby’ person and can motivate others. Leadership can be appeared if we already get used to manage people.

4. Problem Solver

A problem solver always knows exactly the tricks to solve many things and getting there.

5. Agent of Change

They always develop the change.

How to start our own creative company?

1. Observe

–          Find the chance from the readings and social life

–          Traveling and networking

–          Find the city that is most suitable with us and get the chance to get there!

2. Selection

–          Select the position that we want in the business

–          Creative Economy category: advertising, architecture, arts & antiques, and many others

–          Add some new values in the product. Packaging is everything!

3. Think different

–          See things with new point of view.

–          Create STORY in creative business! It can enhance the people to buy the products.

4. Make Plan

–          Make some new plan that is not predictable.

5. Scalable

–          Make your business has a scale

6. Design and Technology

–          Create excellence in design to create the better economic prospect

7. Networking

–          Build you networking! It will be very useful in developing your business

8. Innovative Marketing

–          Market your product in innovative way! Example: Maicih with its marketing agents called “Jendral Maicih”