Budi Rahardjo

Dalam kuliah yang disampaikan oleh Bapak Budi Rahardjo pada Selasa, 25 Oktober 2011 kemarin, saya mendapat banyak pelajaran tentang dunia IT dan sekitarnya. Berikut adalah sekilas hal-hal yang saya pelajari dari Pak Budi Rahardjo.

Pak Budi mengalami 3 tahapan atau tingkatan yang menurutnya sangat berpengaruh dalam hidupnya:

  1. Globalisasi 1.0: berdasarkan tempat tinggal
  2. Globalisasi 2.0: berdasarkan tempat kerja
  3. Globalisasi 3.0: berdasarkan diri sendiri

Maksud dari ketiga tahapan tersebut adalah tahapan-tahapan orientasi yang dialami Bapak Budi Rahardjo. Misalnya, pada globalisasi  3.0, diri sendiri adalah hal yang paling penting dalam aktualisasi hidup seorang manusia, karena yang mempengaruhi hidup seorang manusia adalah diri merekas sendiri, bukan kota tempat tinggal ataupun dimana mereka kerja.

Pak budi mempunya web-nya sendiri, yang beralamat di:

Web:  www.budi.insan.co.id

Blog: www.gbt.blogspot.com dan www.rahard.wordpress.com

Hal lainnya yang penting untuk mencapat aktualisasi diri adalah kepedualian terhadap diri sendiri. Mengapa? Ketika kita peduli dengan diri sendiri, maka kita akan terus berkreasi dan menciptakan hal-hal yang akan meningkatkan value diri kita. Secara langsung, maka diri kita akan terpacu untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Tak sedikit orang yang mengalami kegagalan ketika merintis usaha mereka. Namun, janganlah jadikan kegagalan itu sebagai faktu kemunduran diri kita. Kegagalan bukanlah sesuatu yang memalukan! Kegagalan justru dapat dijadikan bukti pengalaman dan pelajaran yang kita dapatkan. Dan kedua hal tersebut akan sangat menentukan kesuksesan seseorang.

Dalam berbisnis, kita harus melihat sisi yang menyenangkan dalam bisnis yang kita akan jalani. Misalnya, Pak Budi adalah seorang pecinta music. Pak Budi pun mendirikan bisnis music digital yang dipasarkan di bioskop-bioskop Blitz Megaplex. Hal ini beliau jalani dengan passion dan niat walaupun hasilnya tidak terlalu memuaskan, namun yang beliau cari adalah “kesenangan” dan “ketulusan” dari kegiatannya. Dari perasaan tulus itulah, kebahagiaan yang sesungguhnya dapat tercapai.

Advertisements